Skip to main content
Dewi Arimbi
  • Indonesia
Air adalah zat yang sangat penting bagi kehidupan semua makhluk yang berada di bumi.. Masalah air bersih merupakan masalah yang vital bagi kehidupan manusia. Setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti... more
Air adalah zat yang sangat penting bagi kehidupan semua makhluk yang berada di bumi.. Masalah air bersih merupakan masalah yang vital bagi kehidupan manusia. Setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, memasak, mandi, mencuci, kakus dan sebagainya. Sistem penyediaan air bersih di kota Surabaya telah mensuplai air kepada lebih dari 1,6 juta penduduk yang merupakan 64% dari seluruh total penduduk yang ada di kota Surabaya. penyediaan air bersih bagi masyarakat harus dievaluasi dengan baik, sebagai alat pengawasan dan kualitas kontrol melalui kinerjanya. Evaluasi ini dilakukan untuk melihat kepuasan pelanggan terhadap hasil implementasi kebijakan berupa rencana, program, ataupun strategi penyediaan air bersih menggunakan Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil dari keempat kuadran yang telah dijelaskan diatas tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan dari indikator kualitas, kecukupan dan pemerataan, faktor yang paling dianggap penting oleh masyarakat adalah faktor kelancaran air yang didistribusikan dan juga biaya tarif air yang terjangkau oleh masyarakat. Hal ini perlu dilakukan program penyediaan air bersih yang harus mencukupi kebutuhan masyarakat dan juga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di Kelurahan Gebang Putih dan Keputih.

Keywords : air bersih, evaluasi kinerja, Importance Performance Analysis (IPA)
Research Interests:
Download (.docx)
Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi pada sektor pertanian yang cukup mendominasi dalam PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Pada sektor pertanian ini, terdiri dari sub sektor tanaman bahan pangan,... more
Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi pada sektor pertanian yang cukup mendominasi dalam PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Pada sektor pertanian ini, terdiri dari sub sektor tanaman bahan pangan, tanaman perkebunan, peternakan dan hasilnya, kehutanan, serta perikanan memiliki peranan yang cukup penting dalam perekonomian Kabupaten Bangkalan, diantaranya adalah penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Bangkalan, penyerapan tenaga kerja yang besar, serta pembangunan ekonomi daerah.
Berdasarkan data PDRB Kabupaten Bangkalan Atas Dasar Harga Berlaku dari Kabupaten Bangkalan Dalam Angka Tahun 2013, pada tahun 2009 sektor pertanian menyumbang PDRB 32,52% dari total PDRB. Data terakhir menunjukkan bahwa sektor pertanian menyumbang PDRB tahun 2013 sebanyak 28,09%. Dengan prosentase sebanyak itu, sektor pertanian masih mendominasi dalam hal penyumbang PDRB terbanyak dibandingkan dengan sektor lainnya.
Jika diurai dari data PDRB sektor pertanian, pada tahun 2009 tanaman bahan pangan menyumbang PDRB sebanyak 23,75%, tahun 2010 sebesar 23,23%, tahun 2011 sebesar 22,09%, tahun 2012 sebesar 20,77% dan pada tahun 2013 menyumbang PDRB sebanyak 20,69%. Untuk tanaman perkebunan pada tahun 2009 menyumbang PDRB sebesar 1,39%, tahun 2010 sebesar 1,34%, tahun 2011 sebesar 1,26%, tahun 2012 sebesar 1,18% dan pada tahun 2013 sebesar 1,13%. Untuk sub sektor peternakan tahun 2011 menyumbang PDRB sebesar 3,34%, tahun 2012 sebesar 3,65% dan pada tahun 2013 sebanyak 3,00%. Sedangkan untuk sub sektor kehutanan tahun 2012 menyumbang PDRB sebesar 1,28%, tahun 2013 sebesar 1,29%, untuk sektor perikanan tahun 2012 sebesar 2,03%, dan tahun 2013 sebesar 1,98%.
Pada sektor pertanian yang berpotensi besar juga dapat dilihat dari mata pencaharian penduduk dan penggunaan lahan Kabupaten Bangkalan. Ditinjau dari jumlah penduduk menurut mata pencaharian penduduk usia 15 keatas menurut lapangan usaha, sebagian besar penduduk Kabupaten Bangkalan bekerja di sektor pertanian, dalam hal ini bekerja sebagai pertani yaitu sebesar 132,070  jiwa dari total jumlah penduduknya. Dan dilihat dari jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Bangkalan tahun 2013 sebanyak 14.671 rumah tangga.
Selain itu, dalam hasil sensus pertanian 2013 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistika Kabupaten Bangkalan, tercatat jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum dan usaha pertanian selain perusahaan dan rumah tangga di Kabupaten Bangkalan untuk perusahaan sebanyak 19 unit dan lainnya 3 unit. Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum terbanyak berlokasi di Kecamatan Tanjung Bumi yaitu sebanyak 6 perusahaan. Sedangkan jumlah perusahaan tidak berbadan hukum atau bukan usaha rumah tangga usaha pertanian terdapat di Kecamatan Tragah, yaitu sebanyak 2 unit dan Kecamatan Geger, yaitu sebanyak 1 unit.
Pada Fakta dan Analisa Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bangkalan 2010-2030 arahan pengembangan sektor pertanian Kabupaten Bangkalan memang merujuk pada konsep agropolitan, namun pada kenyatannya belum ada usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu sektor pertanian dengan mengarah kepada agribisnis. Selain itu, sektor bisnis belum mampu meningkatkan perekonomian daerah secara signifikan. Hal ini dapat diketahui dari pengelolaan hasil pertanian yang belum terlaksana dan sumber daya manusia yang menggarap sektor pertanian masih belum benar-benar mengolah hasil pertanian tersebut menjadi barang yang nilai jualnya lebih tinggi.
Dilihat dari data PDRB menunjukkan bahwa persentase sektor pertanian menurun dalam kurun waktu 3 tahun terakhir (2011-2012), dari 30,19% berkurang menjadi 28,90%, menurun kembali di tahun 2013 menjadi 28,09%. Berdasarkan arahan dari Rencana Tata Ruang Wilayah dan Masterplan Kawasan agribisnis, sektor pertanian Kabupaten Bangkalan yang unggul tersebut pengembangannya diarahkan pada kegiatan agribisnis komoditas unggulan. Maka dari itu diperlukan pembahasan lebih dalam mengenai pengelolaan sektor pertanian dengan konsep agribisnis yang dapat menjawab permasalahan di Kabupaten Bangkalan.
Research Interests:
Download (.pdf)
Research Interests:
Download (.docx)